my little confession

entah kenapa, mungkin ini adalah ke dua kalinya aku begitu mensyukuri yang namanya hari MILAD. yang pertama kali dulu kayaknya gak perlu buat di sebutin lagian udah lumayan lupa juga dulu kenapa.
yang ke dua ini?
penyebabnya juga aku tak begitu tau, yang jelas aku begitu mensyukuri semuanya setelah aku menulis postingan semua ini. ternyata benar.. untuk membuat aku sadar, aku harus sering-sering menulis, karena hati akan lebih jujur dengan menulis bukan berbicara :)

banyak hal yang baru aku sadari setelah menulis postingan sebelum postingan yang ini :

1. Aku harus bersyukur dengan semua yang aku punya karena Allah selalu memberikan aku yang terbaik menurut-Nya. karena apa yang menurut ku baik, belum tentu baik di mata NYA

2. Tak seharusnya dulu aku bersedih dalam jangka waktu yang panjang hanya untuk seorang lelaki yang tak jelas seperti itu, yang tega membuang seorang wanita begitu saja (dasar tolol itu orang, temen-temen nya aja pada ngebet sama gua, gua malah jadi kayak mainan dia aja, ahahha... *menarsiskan diri sedikit* ), gila..gila..gila... gua bener-bener buta waktu itu gara-gara orang kayak begituan, najis ah :p
pokoknya dulu gua rugi bener sedih dalam jangka waktu panjang, akhirnya gua gak bisa melihat dengan jelas begitu banyak kebahagian disekitar ku. begitu juga waktu dengan dia dulu, aku seperti terjerat tidak bisa bebas, tidak bisa berteman bebas dengan siapa saja. intinya gua dulu kayak barang yang cuma milik dia aja, gak boleh ini itu, semua serba di atur dan di batasi =,="

3. Aku harus bersyukur kepada Allah yang telah memberiku kasih sayang yang tiada henti serta orang-orang di sekitar ku yang selalu menyayangi ku dan... (hahah malu gua ngomong yang ini) memberikan aku seorang lelaki yang jauh...lebih baik dari yang dulu, yang "kata" orang-orang yang pernah aku dengar, mereka menyebut lelaki itu "SEMPURNA" (jangan GR ye, ini kata orang bukan kata isuta). Tapi sejujurnya aku tak melihat dia sempurna (di getok), aku melihat dia sebagai sosok yang biasa saja :) karena aku suka dia apa adanya jadi aku sama sekali tak melihat sisi sempurna nya yang banyak di bilang oleh orang di sekitar ku. Ya....mungkin jika aku bisa melihat sisi sempurna itu, aku (mungkin) tidak akan tulus untuk suka kepada mahluk yang bernama HENDRA DWI KUSUMA a.k.a HDK, tapi...persetan dengan omongan orang, aku suka dia apa adanya, dengan semua ke-kiku-an dia, dengan malu-malu nya dia saat berbicara dengan ku, dengan senyumnya, dengan muka seriusnya ketika mengkhawatirkan ku, dengan semua yang ada pada dirinya, aku suka itu :)
Dan yang lebih membuat aku suka padanya..... dia menerima aku apa adanya, aku tak perlu harus begini begitu supaya dia suka padaku, aku bisa bertemu dia bahkan dalam keadaan berantakan sekalipun (tak seperti dengan yang dulu), aku bisa bermanja diri dengannya, dan bla..bla... aku suka dia :)
4. Aku harus bersyukur aku masih bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin karena orangtua ku masih mampu untuk membiayai ku, tak peduli nantinya mungkin aku tak bisa S1 FK di PTN, yang jelas untuk menjadi seorang dokter berasal dari panggilan hati, bukan dari PTN mana kamu lulus. Percuma toh kita masuk PTN ngetop tapi ketika kita lulus dari sana kita hanya menjadi seorang pencundang, yang terpenting adalah..kita harus terus menjadi bintang dimana pun kita berada :)

5. Aku harus mensyukuri semua anugerah yang di berikan kepada ku, setiap orang tidak ada yang bodoh, dan aku seharusnya tidak boleh menganggap diriku bodoh, karena aku pasti punya kemampuan dan mungkin itu belum terlihat, lebih tepatnya masih bersemayam di dalam diri, hahaha (lebai bahasanya). Kalo aku tidak bisa bukan berarti aku bodoh, aku hanya harus berusaha berkali-kali lipat lebih keras lagi.

6. 7. 8. 9. dst... ntar bakal aku lanjutin lagi, ini udah satu jam lebih posting nya, heheh waktunya untuk istirahat, dll.


P.s :: 
dulu ya...kurang lebih setahun atau 2 tahun yang lalu, aku dan sahabat ku si batu (baca : tami), desy, sefti., yst, dll, pernah curhat satu sama lain mengenai 8 sampai 10 tahun kemudian, membayangkan bagaimana kehidupan di masa depan.


pengakuan tami, dia pengen punya suami yang berotot kayak bondan sama ello, lebih tepatnya suaminya itu ntar tentara kayaknya, hahahah :p.

desy pengennya punya suami ntar seorang arsitek, terus ntar mereka pergi ke daerah papua gitu, terus disana si desy ceritanya udah jadi dokter, dia bakal ngobatin orang-orang disana dan suaminya itu bikin-bikin bangunan disana (ngerancang), terus tar rumah idaman desy adalah rumah yang di rancang oleh suaminya yang seorang arsitek itu. kalo sefti, isuta kurang inget, hehe :P . 

kalo si yst, dia nya mah pengen punya suami dokter juga, malah kalo bisa ntar dia tuh cerita nya praktek di ruumah sakit di australia atau gak korea, terus ketemu dokter juga disana, terus mereka jatuh cinta gitu, dan bla..bla..akhirnya si yst nikah sama tuh bule korea, hahah. 

lho aku? aku mah simple aja, cuma pengen ntar yang bakal jadi suami ku di masa depan adalah anak itb, terus temen-temen pada heran semua dengan jawaban kayak gitu. ya aku jawab aja, (bismillah) nanti kan aku dokter masa suami aku dokter juga? gak seru.. tar pandangan anak aku cuma itu-itu aja pekerjaan di dunia, pikirannya gak luas, cuma gitu-gitu aja. nah..kalo ada dokter sama tekhnik kan ntar anak nya pikirannya luas. hahahah :P terus ntar ortunya bisa ngajarin anak nya berbagai macam ilmu, terus tar tuh anak berpandangan luas, menguasai banyak ilmu dan bidang, terus bisa berguna bagi bangsa ini :) bersyukur gua bisa punya anak kayak gitu. hahah :P

0 komentar: (+add yours?)

Posting Komentar

jangan lupa commentnya ya :)